Semua Anak Berharga Di Mata Tuhan

7 tahun lalu saat aku melahirkan Cc, semua terasa indah, dengan persalinan normal, Cc pun normal, lengkap. Puji Tuhan. Cc pun tumbuh sempurna bagiku, melengkapi indahnya pernikahanku. Cc memang tidak secerewet aku, atau bahkan anak-anak lain, dulu berbicara pun terlambat, bahkan ikut terapi wicara. Kekuatiran pasti ada, tapi kok ya saat itu kutepis begitu saja. Sempat kuatir kalau Cc autis, tapi Cc selalu merespon saat dipanggil atau diajak bicara, meski sering tidak fokus.

Makin kesini, saat Cc bersekolah di kb, tk A & B mulai terlihat bahwa Cc sulit bersosialisasi dan berkonsentrasi. Padahal di sisi lain, dalam hal kecerdasan, Cc melebihi usianya. Cc mulai bisa membaca sekitar 4 tahun. Mengenal huruf aja kurang dari 4 tahun bahkan berhitung sudah di luar kepala. Apalagi menulis, wuaah tulisannya hampir sama lho sama aku. padahal waktu itu ya sekitar 4 tahun. Sekarang, jangan ditanya lagi udah bagus banget, ngalahin mama papanya 🙂

Kecerdasan dan kepintaran Cc tidak diimbangi dengan hal-hal lain diluar itu. Guru-guru di sekolah pun sudah mencap nya autis. Sampai akhirnya doa ku dijawab, aku menemukan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus yang tak jauh dari rumahku, bener-bener cuma beda 1 gang. Puji Tuhan. Melalui serangkaian tes, ternyata Cc ADD/ADHD = Attention Deficit Disorder/ Attention Deficit Hyperactivity Disorder dan delay development, yang agak sulit mengungkapkan apa yang dia mau.

Sesuatu yang aku takutkan dari dulu, terjadi. Tapi aku tidak bisa menangis di depan anak-anakku, apalagi ada Bee. Cc pun sangat sensitif tiap melihat aku sedih, marah ataupun situasai yang membuatnya tak nyaman. Saat itu aku merasa cobaanku kok ya bertubi-tubi, pertama suamiku jauh dari aku, otomatis aku yang bertanggung jawab atas keluargaku disini sambil bekerja. Kedua, ya ini.

Sempat aku mempertanyakan ini kepada Tuhan, kenapa terjadi padaku? Kenapa aku gak punya normal life? Kenapa? Kenapa dan Kenapa? Tapi aku tau jawabnya, sebenernya aku tau, hanya aku butuh diyakinkan, ya salah satunya melalui suamiku, bahwa dia merasa bisa ‘meninggalkan’ anak-anak padaku dan bisa konsentrasi bekerja disana tanpa kuatir, karena dia percaya padaku, dan dia tau AKU BISA! Suamiku juga bilang, gak semua orang bisa melakukan ini, dan harusnya aku bersyukur bahwa aku bisa. Fyi, sekarang aku mengurus anak2 ku tanpa prt, namun berkat bantuan luar biasa dari Bapakku dan Budeku. Semoga Tuhan selalu memberkati mereka. Amin.

Akhirnya Cc bersekolah di sekolah Khusus itu plus sekolah umum, supaya belajar bersosialisasi. Aku bersyukur diberi kemudahan dalam bekerja, sehingga bisa mengurus anak2 ku dulu sebelum berangkat kantor. Terima kasih.

Semangat yang luar biasa dan positif aku temukan di sekolah khusus itu. Mereka tau bahwa Cc bisa, bisa normal, dan berkembang. Apalagi ditambah Cc mempunyai kecerdasan dan kelebihan yaitu memori fotografik, jadi apapun yang Cc lihat atau dengar meski sekali, dia akan bisa menuliskan dengan tepat, atau mengungkapkan dengan tepat, tanpa salah sedikit pun. Puji Tuhan. Sayangnya Cc belum masuk SD meski sudah 7 tahun, bagiku tidak masalah, ilmu kan tidak mengenal umur. Tahun depan, bersama-sama dengan sekolah khususnya, Cc akan bersekolah di sekolah umum. Dan itu butuh pengorbanan lagi, karena sekolah umumnya jauh dari rumah, jadi nanti aku musti antar-menunggu-jemput, baru bisa ke kantor, semoga Tuhan memudahkan jalanku. Amin

Di saat seperti ini pun aku masih terus bersyukur, bahwa Cc ‘hanya’ seperti ini, dibanding teman-temannya di sekolah khusus, aku pun tak kuasa menitikkan air mata saat melihat kondisi teman-teman Cc, aku hanya bisa membantu doa bagi mereka.

Kemajuan pun diperlihatkan Cc setelah bersekolah disitu, mulai dari kemandiriannya sampai cara dia mengungkapkan sesuatu. Puji Tuhan. Cc juga bisa bernyanyi di depan umum, berani tampil, oooh tak terbayangkan rasanya. Jadi teringat, saat habis melahirkan Bee, Cc sangat berjasa untuk membantu mengambilkan barang-barang yang kuperlukan karena aku masih sakit, dia pun yang membuang sampah-sampah ataupun pampers Bee ke tempat sampah. Puji Tuhan.

Minggu 17 Juli besok, Cc akan diikutkan lomba bersama ansamble sekolah khususnya, Cc sebagai penyanyinya. Doakan ya teman-teman, supaya Cc bisa menyanyikan dengan baik dan dari hati.Tak perlu juara, yang penting Cc berani dan bisa. Amin.

Aku yakin, di balik ini semua Tuhan punya rencana, buatku, suamiku bahkan buat Cc. Kiranya Tuhan memberiku dan suamiku umur serta semua yang dibutuhkan anak-anakku sampai kapanpun mereka akhirnya mandiri, dan tidak membutuhkanku lagi. Amin.

Jakarta, 12 Juli 2011 kupersembahkan tulisan ini untuk Alicia Angela Brahma, permata hatiku yang melengkapi hidupku.

 

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Semua Anak Berharga Di Mata Tuhan

  1. Setiap anak selalu istimewa ya Din. Baca cerita lo di atas, gw jadi inget sama kecerdasannya Lisbeth Salander. The warrior a la masa kini (a.k.a jaman internet). Demen bener lah gw pokoknya sama ini tokoh. 🙂

    Oh, buat Cc: Happy Birthday! Semoga panjang umur, hepi selalu, bikin Mama Papa bangga dan bahagia terus. 🙂

    Like

    • Kadang aku merasa gak cukup baik gak sempurna dan gak gak yg lain buat anak2 ku. Tapi tetep berusaha menjadi yang terbaik buat mereka. Makasih ya. Bener ya? Hahaha

      Like

  2. Sebenarnya akupun seperti Cc bisa membaca ketika umur 4 tahun ketika anak yg lain belum pada bisa membaca & dicap anak yg sulit bersosialisasi, kuper atau ola olo, bahkan ada yg nyebut “dead card” alias ga bisa apa2, sehingga aku pun sebenarnya (kl zaman kini) jg bisa dianggap anak berkebutuhan khusus, maaf ya mba’ kalo aku jadi ikutan curhat hehehe ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s