MENERIMA KETIDAKSEMPURNAAN

Happy Valentine’s Day bagi yang merayakan :). Tulisan ini dibuat bertepatan dengan hari yang katanya hari kasih sayang. Apakah saya skeptis menyambutnya? Tidak. Dulu, saya termasuk orang yang (mungkin) ikutan merayakannya. Saya pada dasarnya romantis…saya menyukai kejutan, perhatian, dan masih banyak lagi… Karena saya terbiasa melakukannya. Bagi saya, diberi setangkai mawar merah itu seperti terbang ke langit ketujuh. Lebay ya? Iya, tapi itu yang saya rasakan dulu.

Berharap punya cowok yang romantis? Sudah pasti…kayaknya gimana gitu deh rasanya hahaha. Tapi…saat saya menjalin hubungan dengan lawan jenis kok ya kebetulan gak ada yang romantis. Sekali nya dikasih bunga pertama kali malah dari sahabat dekat saya yang cowok.. Uuuuh padahal kan berharap dari sang pacar atau kekasih hahaha, Tengkyu ya Frans, atas mawar merahnya puluhan tahun silam saat saya gak dapat dari pacar. Ngomong-ngomong soal sahabat saya ini, Frans, dia benar-benar sahabat sejati saya, yang selalu ada saat suka maupun duka, bahkan kadang malah banyakan dukanya dia menemani perjalanan hidup saya sejak pertama kali masuk kuliah di Unpar. Apalagi pas putus cinta, Frans selalu ada untuk mendampingi saya saat nangis-nangis darah (Lebay lagi) hahaha. You’re the best Friend that i ever had.

cinta itu menerima kekurangan dan kelebihan

Kadang saya sadar, saya menuntut kesempurnaan dari setiap orang khususnya orang terdekat saya. Tapi kadang itu terjadi tanpa saya sadari juga lho. Saya ingin mereka memperlakukan saya seperti saya memperlakukan mereka. Saya ingin mereka menganggap saya istimewa atau spesial dengan cara yang saya harapkan. Padahal mereka juga punya cara sendiri untuk mengungkapkannya, dan berbeda jauh dari harapan saya. Meski cara mereka itu tidak salah. Hanya berbeda. Namun terkadang saya buta, jadi menganggap hal itu jadi biasa saja karena tidak sesuai dengan kemauan saya. Saya salah… Mereka pribadi yang berbeda, tidak sama dengan saya… Mereka punya cara tersendiri untuk mengekspresikan perasaan, cinta, dan sayang mereka kepada saya. Saya tidak bisa memaksakan cara saya kepada mereka.

Akhirnya saya mencoba…mencoba melihat dengan sudut pandang berbeda, sudut pandang mereka…dan saya menemukan ketulusan…dan cinta disana, dengan cara yang berbeda…cara mereka sendiri…cara itulah yang paling sempurna di mata saya kini…bukan cara yang saya mau mereka lakukan untuk saya. Terima kasih telah menyadarkan saya…. Selamat menikmati hari kasih sayang which is setiap hari adalah hari kasih sayang bagi saya kini.

Xoxo….

 

Advertisements

One thought on “MENERIMA KETIDAKSEMPURNAAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s