UNTUKMU IBU DI HARI IBU

20121222-123035.jpg

Dear Ibuku di Surga,

Hari Ibu kesekian kali saya melewatkannya tanpamu, sejak kepergianmu 2008 silam. Hari Ibu bagi saya hanyalah momentum semata, untuk mengingatkan kasih sayang Ibu yang tak terbatas, karena tetap setiap hari adalah Hari Ibu.

Ibu, kalau saya mengingat semuanya, mungkin banyak yang terlupa, namun satu hal yang tak akan hilang adalah kasih sayangmu yang luar biasa, tanpa pamrih dan tulus.

Ibu, saya tau perjuanganmu membesarkan kami tak mudah, penuh lika liku dan perjuangan besar. Pengabdianmu kepada kami benar-benar all in, Engkau tidak bekerja tapi mengabdikan diri menjadi Ibu Rumah Tangga dan mengurus kami semua.

Ibu, saya harus banyak belajar darimu. Bagaimana pun Engkau mempunyai banyak keahlian yang harus aku pelajari. Menjahit, merajut, memotong rambut, menyanggul, memasak dan lain-lain, saya sangat kagum dan salut padamu.

Memasak, dulu Engkau pernah bilang, kalau ‘tangan’ saya enak dalam memasak, tapi saya malas hehehe, maafkan Bu, kalaupun ada waktu saya memilih tidur. Padahal kalau saya memasak, semua akan ludes saking enaknya :D. Ah, saya rindu masakanmu, masakan yang diolah dengan penuh cinta. Dulu saya tidak suka makanan tertentu, sementara Engkau pemakan segala. Namun, sejak kepergianmu, semua makanan yang tidak kusuka, kulahap dengan nikmat, mungkin sebagai bentuk kerinduanku padamu, Ibu.

Masih teringat saat dulu Engkau kursus di daerah kota, kursus hairstylist. Kami, saya dan adik kau bawa serta sambil naik bis menuju tempat kursus, karena tidak ada yang menjaga kami. Dua anak yang masih kecil kau bawa naik bus, sesuatu hal yang luar biasa, dan kau lakukan itu.

Setiap pagi, Engkau bangun setengah 4, memasak, dan menyiapkan sarapan buat kami yang sekolah pagi. Itu setiap hari, bahkan saat kami libur pun. Tak sedikit rasa lelah terlihat di wajahmu. Kami selalu mendapat nasi hangat, lauk dan sayur yang segar setiap kami hendak sekolah.

Setiap malam, Engkau selalu berdoa rosario, mendoakan kami, anak-anakmu. Bahkan tirakat dengan tidak tidur di kasur, namun tidur di lantai menggunakan tikar. Ah Ibu, saya jadi menangis ingat ini.

Engkaupun aktif segala kegiatan, baik itu Pkk, kegiatan ibu-ibu gereja, olahraga..voli dan bandminton, 2 olahraga itu jadi kegemaran saya, selain sepak bola tentunya hahaha.

Ibuku yang sangat jawa, putri solo sejati, lemah lembut namun cekatan dalam bekerja, dan berolahraga… Rasanya saya jauh dari itu, maksudnya lemah lembutnya lho, kalau cekatan mah rasanya saya tak kalah denganmu :D.

Saya sangat kehilanganmu Ibu, bayangkan sampai saya kuliahpun seringnya tidur dengan Ibu, ngumpet di balik ketiak Ibu yang nyaman. Setiap kali saya bersedih, Ibu tak banyak bertanya, menunggu sampai saya bercerita, namun yang dilakukannya adalah mengelus-elus kepala saya, hal yang sangat saya rindukan hingga saat ini.. Nyaman Bu, sangat nyaman dan menenangkan.

Ah Ibu, masih banyak yang perlu saya pelajari dan teladani darimu. Bagaimana susahnya membesarkan anak-anak seperti kami ini. Saya kangen Ibu, rindu sangat… Selamat Hari Ibu, Ibuku sayang, berbahagialah selamanya di Surga.

Anakmu yang sangat merindukanmu,
Dini

Advertisements

One thought on “UNTUKMU IBU DI HARI IBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s