MAN OF STEEL, WISH I HAD A HEART THAT MADE OF STEEL

Man Of Steel

Kisah Manusia Baja ini pastinya hampir semua sudah pada nonton. Lagi happening banget istilah gaulnya :D. Sebelumnya di blog ini, saya sudah pernah membahas kisah Superman ini, perbandingannya dan lainnya. Tapi kali ini okelah saya masih mau membandingkan sedikit soal Film Man Of Steel dibanding film-film Superman lainnya. Dari semua film Superman yang saya tonton karena saya cinta, baru film Man Of Steel lah yang menceritakan secara detil bagaimana kehancuran Planet Krypton, bagaimana peran Jor-El ayah Superman alias Kal-El. Di film Superman-Christopher Reeve, hanya sekilas dan tidak secara detil dijelaskan. Salut dengan sisi lain ini. Tokoh Jor-El yang diperankan Russel Crowe pun memberi warna tersendiri. Karakter musuh pun diceritakan bagaimana mereka bisa dihukum ke black hole, tidak seperti Superman sebelumnya yang hanya narasi (correct me if i’m wrong). Salut.

Sumber : coolwatersprods.com, geektyrant.com

Sumber : coolwatersprods.com, geektyrant.com

Lanjut sekarang bahas soal…. siapa? Lois Lane? or Superman himself? Hahaha, nulis sendiri, bingung sendiri. Mungkin Superman save the best for last ya LOL. Ok, next karakter Lois Lane, entah mengapa sampai saat ini saya belum menemukan tokoh yang kuat untuk memerankan Lois. Kalau boleh sih saya aja deh, hahaha, wartawan iyak, cerewet iyak, nekat? sering hahaha. Pasangan Christopher Reeve, Margot Kidder hampir sama lah nekatnya dengan pemeran Lois Lane sekarang Amy Adams. Memang seperti yang saya bayangkan, pemeran Lois Lane selain kritis, nekat, benar-benar mengejar berita dan bahkan kebenaran. Serta tidak ‘cengeng’, kuat, dan tangguh, benernya Margot Kidder dan Amy Adams lumayan pas memerankan Lois Lane. Ah ya, Superman yang sekarang tidak ada romantikanya dibanding sebelumnya, tapi hey..it’s ok and it’s cool, i kinda like it.

Sumber : thecomicking.com, santabanta.com

Sumber : thecomicking.com, santabanta.com

Nah, kalau pemeran Superman sendiri jadi bingung nih. Jujur, seperti tulisan saya sebelumnya, bagi saya sosok Superman sudah melekat pada Christopher Reeve, bagi saya dia adalah Superman sejati, ganteng (banget), cakep, matanya memabukkan (oalaaah), postur tubuhnya keren, dan dia bisa menjadi Clark Kent yang kikuk. Tapi, Henry Cavill rasanya bisa menjadi pengganti Christopher Reeve, ada saat-saat dimana wajah Henry terlihat seperti Reeve, dan saat saya melihat, saya sempat berteriak kecil seolah Christopher Reeve kembali hidup (aaaah saya lebaaay) tapi beneran inih. Superman kali ini digambarkan berbeda dari sebelumnya. Ah tapi jangan dibandingkan dengan Brandon Routh ya, yang bagi saya gak cowok banget. Kesalahan pemeran Superman saya rasa. Sisi manusiawi Superman ada di film ini, dan rasanya lebih membumi. Dua setengah jam menonton, rasanya tak lama, karena asyik sih film ini, sayangnya menurut pribadi saya adegan head to head sama Jenderal Zod harusnya sih bisa dipotong ya, kelamaan, tapi well it’s okay… Oh iyaaa… jujur, saya sukaaaa pemeran Superman kali ini saat dia brewokan, seksiiii banget, keren, cowok banget…nah pas jadi Superman klimis..cakep sih, tapi jadi not my type gitu, beda sama Reeve yang mau brewokan atau klimis tetap kereeen hihihi.

Sumber : justjared.com, fanpop.com, theverge.com, zimbio.com

Sumber : justjared.com, fanpop.com, theverge.com, zimbio.com

Nah, sekarang di luar konteks Superman ini, sedikit mengambil kata “steel” dari judul filmnya. Kadang dalam menghadapi kehidupan saya berharap punya hati yang terbuat dari baja, bukan, bukan untuk jadi kejam atau apa. Tapi untuk menghadapi kesedihan, kesusahan, stress atau apapun yang melemahkan hati, kan kalau hati nya baja akan lebih kuat lagi (maksa gak sih). Berharap punya hati baja saat menghadapi tantangan, tapi juga hati selembut sutra saat berempati atau ¬†mencintai. Pinginnya hati juga kayak bunglon, bisa menyesuaikan. Rasanya tidak mungkin, karena kalau semua berjalan mulus, hidup kita akan datar-datar saja dan tidak berwarna. Seperti semboyan saya, hidup ini seperti roller coaster, ada ups and downs ada riang ada tawa juga ada tangis, tapi itulah yang membuat hidup kita lebih berwarna dan menjadikan kita manusia seutuhnya, Don’t you agree? Agree laaah. Hahaha….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s