A JOURNEY TO GUNUNG KIDUL

Perjalanan kami tim She Can kali ini berasa istimewa. Mengapa istimewa? Karena ini adalah format She Can Season Baru, Season 19 yang berbeda dari season-season sebelumnya. Dalam episode baru ini She Can berganti nama menjadi She Can You Can, jadi disini akan ada 2 narasumber, dimana narasumber pertama adalah She Can : wanita inspiratif, dan narasumber kedua adalah You Can : wanita yang terinspirasi dengan wanita She Can, sehingga harapannya ia akan menjadi the next She Can.

Mungkin baru kali ini selama saya bertugas di program She Can, seluruh tim dikerahkan untuk membuat program perdana yang berbeda ini. Mulai dari produser, asprod, reporter dan kameramen. Total tim liputan kami berjumlah 6 orang terjun langsung ke lapangan.

yuk naik pesawat, thanks tongs is :D

yuk naik pesawat, thanks tongsis 😀

Dengan pesawat pagi tanggal 10 Februari 2014 kami berangkat menuju Jogjakarta. Bangun subuh, kumpul di kantor jam 5 dan berangkat ke Bandara Soetta sekitar pukul 6 pagi untuk mengejar pesawat jam 8. Ngantuk sih tapi yaa namanya tugas kan musti dijalanin hehehe. Sampai Jogjakarta kami sarapan pagi di Soto Pak Min, kayaknya setiap saya pergi tugas ke Jogja pasti sarapannya di tempat itu deh. Usai makan kami langsung menuju tempat narasumber (disingkat narsum yaa) di Playen, Gunung Kidul. Perjalanan menuju lokasi lumayan lama (lupa sih berapa lamanya) tapi pemandangannya indah, karena lokasi di daerah atas (berasa ke puncak kali ya). Masih banyak pepohonan, hutan dan pemandangan alam yang memanjakan mata.

Akhirnya sampai juga kami bertemu Ibu Siti Badriyah, pelestari lingkungan yang akan kami syuting kegiatannya dalam beberapa hari ini. Selain Ibu Siti ada Icha, wanita muda yang terinspirasi dengan Ibu Siti Badriyah. Ibu Siti Badriyah sangat ramah dan kocak, wanita ini benar-benar menginspirasi dengan kemandiriannya, inovasi nya dan masih banyak lagi, yang tetap ramah lingkungan serta menghijaukan Gunung Kidul.

Ket : Kiri atas : wedang secang Kiri bawah : detil isi secang Kanan : tamarin

Ket :
Kiri atas : wedang secang
Kiri bawah : detil isi secang
Kanan : tamarin

Tiwul

Tiwul

Dalam obrolan untuk membahas kegiatan yang akan kami syuting, Bu Siti menyuguhi kami cemilan-cemilan yang rasanya jarang saya jumpai, salah satunya tamarin ini, seperti asem jawa tapi ada manisnya dan satu lagi…bikin nagih hahaha…. Baru asyik menikmati cemilan, tiba-tiba disuguhi lagi minuman secang atau wedang secang, yang konon minuman dari berbagai campuran rempah ini biasa diminum kalangan raja-raja jawa. Tak hanya secang kami juga menikmati sajian gathot tiwul yang juga menjadi oleh-oleh khas gunung kidul.

pemandangan di air terjun Sri Gethuk

pemandangan di air terjun Sri Gethuk

Kami pun lanjut survey lokasi syuting menuju Air Terjun Sri Gethuk. Suasana disana pas banget mendung disertai hujan gerimis. Jadi ingat lagunya Kla Project – Gerimis (hihihi intermezzo dikit :D). Mau moto-moto pake ‘poni’ baru hadiah ultah suami jadi ragu, eh beruntung saya baru beli DriDock, sekalian aja uji coba. Dan….bisa foto sekaligus mainin poni tanpa takut basah hahaha, apalagi menuju air terjun itu ada 2 alternatif jalan menuju lokasi, yang pertama menggunakan rakit bermesin dengan jarak tempuh lebih pendek, yang kedua berjalan kaki, selain jalan yang naik turun, jarak tempuh bisa lebih lama. Berhubung hari mulai sore, kami menggunakan rakit atau perahu menuju air terjun. Sayangnya sedang musim hujan sehingga air keruh, padahal biasanya air jernih. Gak papa deh, wong tempatnya bagus.

lokasi air terjun Sri Gethuk

lokasi air terjun Sri Gethuk

Kamipun menemukan lokasi lain untuk syuting yaitu Goa Rancang Kencana tak jauh dari air terjun Sri Gethuk. Agak mistis sih kayaknya, dengan pohon klumpit yang menyeruak dari balik lubang, tetapi saya gak ‘merasakan’ apapun, berarti aman hehehe. Berdasarkan informasi sih, Goa ini merupakan Goa purba yang berusia lebih dari 2 abad, dan pernah dijadikan tempat persembunyian dan pertemuan Laskar Mataram pada saat menyusun rencana untuk mengusir Belanda dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Goa Rencang Kencono

Goa Rancang Kencono

IMG_1457

Suasana Goa

Dari dalam Goa

Dari dalam Goa

IMG_1482

saya ikutan mejeng dikit ya

Usai survei seharian penuh ini kami pun kembali ke Jogjakarta untuk beristirahat di Hotel Jentra Dagen, hotel ini lumayan nyaman, tak jauh dari Malioboro. Tidur, esok perjalanan masih panjang….

IMG_0763

Sebelum tidur semua peralatan elektronik dicash dulu yaaa

Hari Kedua, sekalian check out, karena rencana akan menginap di hotel di daerah Wonosari, tak jauh dari lokasi syuting untuk menghemat waktu dan tenaga tentunya. Hari ini kami mulai syuting kegiatan Ibu Siti dan Icha, lokasi syuting sebuah tempat bernuansa jawa yang bergaya tradisional ini sungguh menenangkan, membuat saya rindu kampung halaman saya, yaitu Solo. Iyaaaa benaaar anda orang kesekian juta kali yang tidak pernah menyangka saya orang Solo, kalau gak disangka orang Timur, ntah NTT, Flores, Maluku atau bahkan Sumatera wkwkwk. Baca deh tulisan saya sebelumnya 😀 disini http://wp.me/p1rWgI-3i  suasana ‘jawa’ ini menentramkan hati lhooo…aaah jadi pingin ke Soloooo.

 

Suasana 'jawa' kental terasa disini

Suasana ‘jawa’ kental terasa disini

Suasana Syuting

Suasana Syuting

Yang haus-yang haus :D

Yang haus-yang haus 😀

Malamnya kami menginap di Hotel Cyka Raya, sebuah hotel kecil namun ternyata nyamaaan, di pinggir jalan di daerah Wonosari. Kamarnya cukup luas, toiletnya bersih….dan yang paling penting ada air panasnyaaaa… Omigod, saya memang pecinta air panas, tak bisa mandi tanpanya, rasanya mandi air panas atau hangat itu sangat menenangkan dan membuat rileks… pssst ini kebiasaan dari kecil sampai besar yang susah dihilangkan hihihi. Hotel ini setiap pagi dan sore menyediakan teh dan cemilan, nah cemilannya itu kalau gak pisang rebus, roti bakar dan kacang rebus, asyiknya sarapan di teras hotel sambil menikmati kudapan yang disajikan.

Hotel tampak luar

Hotel tampak luar

Suasana di dalam kamar hotel

Suasana di dalam kamar hotel

cemilan hotel

Cemilan dari hotel *sluuurp

Atas : di depan teras hotel Bawah : siap bertugas

Atas : di depan teras hotel
Bawah : siap bertugas

Hari ketiga syuting berlangsung di lokasi dekat Goa Rancang Kencono dengan Shahnaz Haque sebagai host nya. Oh ya ini adalah saat pertama kali nya setelah hampir setahun saya gak ketemu mba Naz, secara beliau sudah saya anggap kayak kakak sendiri, itu pelukan kenceng banget mba Naaaz, hahaha…. Bagi yang belum tau, mba Naz ini orangnya kocak, ‘ancur’ dan asyik buat berbagi, sayangnya kami ketemu pas lagi kerja coba kalau pas santai wah bisa lupa waktu kalau ngobrol, sama-sama gak suka masak (padahal kata emak almarhum masakan saya enak, cuma malas, capek hahaha), sama-sama suka smoking (sstttt jangan ditiru, merokok tidak baik bagi kesehatan kantong :p) dan sama-sama punya suami yang gak rempong untuk minta diladeni…hahahaa, maksudnya suami-suami kami masing-masing ini tidak pernah menuntut untuk dimasakin, dibikinin teh atau kopi, bahkan suami saya suka masakin saya mie rebus lhoo..hihihi, so swit kan. Mba Naz juga suka bercerita, memberi nasihat, pokoknya udah kayak kakak beneran deh hahaha, miss you mba Naz :D.

Bersama 2 bodyguard 'penunggu goa' hahaha

Bersama 2 bodyguard ‘penunggu goa’ hahaha

Bersama Shahnaz Haque

Bersama Shahnaz Haque

She Can! You Can!

She Can! You Can!

Suasana syuting mba Naz

Suasana syuting mba Naz

Nah abis itu lanjut ke air terjun Sri Gethuk, kebetulan tidak bisa pakai perahu karena arus lagi deras, jadi terpaksa jalan kaki, naik turun (meski jalannya sudah diberi paving block) teteup kaki berasa abis ngayuh becak berkilo-kilo wkwkwk, gimana baliknya yaaa).

Pemandangan menuju air terjun Sri Gethuk

Pemandangan menuju air terjun Sri Gethuk

Perjalanan darat menuju air terjun

Perjalanan darat menuju air terjun

Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk

Di balik layar tayangan She Can You Can

Di balik layar tayangan She Can You Can

Menunggu di bawah terpal, tapi kok kayak di sea world yaa

Menunggu di bawah terpal, tapi kok kayak di sea world yaa

Hari Keempat masih lanjut syuting kegiatan Ica dan Bu Siti. Ada kejadian yang kocak sih, saat Ica memotong bambu, dia kena duri-duri kecil di bambu yang bikin gatal dan sedikit panas. Kata orang-orang sekitar untuk menghilangkannya harus digosok-gosok ke rambut, daaan berhubung Ica berjilbab maka rambut saya yang panjang dan indah itu (eeh jangan protes) saya relakan untuk digosok-gosok demi Ica deh hahahaaa. Di lokasi ini saya bertemu seorang mbah putri, yang mengingatkan sosok eyang putri saya (gak mirip sih, eyang saya lebih segar bugar semasa tuanya) tapi ntah kenapa, setiap melihat mbah-mbah, saya ada perasaan melo haru gitu, trenyuh dan ah gak bisa melukiskan perasaan saya ini. Akhirnya saya ambil foto beliau dengan cicitnya, dan dengan saya juga 😀 .

Wawancara

Wawancara

Kasian, capek ya Dit :D

Kasian, capek ya Dit 😀

Penunggu kamera

Penunggu kamera

Nenek dan cicitnya

Nenek dan cicitnya

Saya dan sang nenek

Saya dan sang nenek

Totalitas naik pohon

Totalitas naik pohon

Akibat blusukan

Akibat blusukan

Nimba yuk, biar bisa cuci kaki tangan

Nimba yuk, biar bisa cuci kaki tangan

Hari Kelima bertepatan dengan Hari Valentine…aih co cwit. Tatkala bangun pagi hendak menikmati pagi di beranda hotel, saya dikejutkan dengan hujan abu, yang benar-benar tebal, menyelimuti mobil-mobil, tanah, tanaman, usut punya usut ternyata dini hari tadi Gunung Kelud meletus dan abunya sampai ke Jogjakarta dan Gunung Kidul. Insting wartawannya langsung keluar, foto sana sini buat apdet status di media sosial berbuah manis. Salah satu produser redaksi minta video saya dikirim…oke lah kalau begitu. Berbekal poni (sebutan smartphone saya), saya pun langsung ambil gambar suasana sekitar dan mengirim ke kantor via email. Ternyata gambar saya tayang terus…asyiiik, ini saya ketahui setelah saya kembali ke Jakarta. Baik di Redaksi Utama, Redaksi Siang, bahkan Redaksi Sore, daaan masuk jadi salah satu gambar di filler…thanks God. Komentar mereka : “seperti di Afganistan ya..”

Jejak abu Kelud

Jejak abu Kelud

Semua tertutup abu

Semua tertutup abu

Masih terasa rintik hujan abu

Masih terasa rintik hujan abu

Stella oncam

Stella oncam

Akibat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk syuting, kami dan tim diperbantukan untuk meliput suasana di Jogja akibat abu Gunung Kelud dan bergabung dengan tim Edo dari program lain yang juga ada di Jogja. Jadilah kami check out dan kembali ke Jentra Dagen, untuk mempersiapkan live report. Oh ya, enaknya hotel ini, bisa pesen mie instan lho buat sarapan hahaha.

Jalanan penuh abu dan berdebu

Jalanan penuh abu dan berdebu

Suasana di Jogja

Suasana di Jogja

Peralatan tempur

Peralatan tempur

Kantor Darurat

Kantor Darurat

masoook sriiii (baca : gambar saya tayang)

masoook sriiii (baca : gambar saya tayang)

Siapa yang di sarang penyamun ini yaaa :D

Siapa yang di sarang penyamun ini yaaa 😀

Suasana di Tugu

Suasana di Tugu

Persiapan live

Persiapan live

Edo in action

Edo in action

Keren kan, bias sarapan mie instan di hotel ini :D

Keren kan, bias sarapan mie instan di hotel ini 😀

Jogja seolah tertutup abu semua, perjalanan kami menuju Jogja pun seolah dihadang abu dan debu yang beterbangan, lampu mobil pun tak tembus, kami musti ekstra hati-hati karena jarak pandang yang terbatas. Hari Valentine pun kami liputan berpeluh debu, bayangkan, rambut yang terkena abu itu jadi seperti kena semen, kaku abis, butuh banyak kondisioner supaya lembut kembali. Untunglah hari itu berhasil kami lewati dengan lancar. Dan malamnya pun saya sama Stella makan malam di kamar hahaha, ceritanya merayakan Valentine berdua… heiiii, kasih sayang kan bisa untuk siapapun ya kan? Love you Stel… 😀

Happy Valentine's Day

Happy Valentine’s Day

Hari keenam, kami pun masih lanjut syuting, meski pepohonan dan alam sekitar Gunung Kidul tertutup abu sehingga indahnya hijau daun kurang terekspos, tapi apa mau dikata, “The show must go on.” Begitu pula hari ketujuh dan selanjutnya. Berhubung bandara masih ditutup gara-gara abu, kami pun mengubah rencana untuk kembali ke Jakarta. Saya dan Peppy melalui jalan darat menuju Jakarta, sementara Stella dan tim lainnya berangkat ke Surabaya melalui jalan darat pula untuk selanjutnya menuju Bali dengan pesawat karena mereka masih lanjut syuting episode berikutnya.

Syuting meski masih tertutup abu

Syuting meski masih tertutup abu

Bersama si kecil putra bungsu Bu Siti

Bersama si kecil putra bungsu Bu Siti

Foto bersama seluruh kru & narsum

Syuting di Hutan Wanagama

seluruh kru

Bersama narasumber & kru

Perjalanan dari Yogya ke Jakarta dengan mobil itu rasanya membuat badan pegel-pegel banget, dan jadi capek luar biasa. Untungnya sambutan kerinduan dari keluarga memusnahkan segala rasa itu. Glad to be home….

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “A JOURNEY TO GUNUNG KIDUL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s