THE DEVIL WEARS….YOU NAME IT!

Andrea dan Miranda Sumber : vancityvogue.com

Andrea dan Miranda
Sumber : vancityvogue.com

Film The Devil wears Prada ini sudah saya tonton dulu waktu pertama kali beredar di bioskop, namun tadi saya kembali menontonnya di tv kabel, gak sengaja sih, biasanya males nonton lagi, kecuali kalau filmnya bagus banget. Entah kenapa saya terus terpaku untuk menonton film ini dari awal sampai akhir.

Tahukah anda, kalau film ini sarat makna. Anne Hathaway yang berperan sebagai Andrea Sachs, perempuan muda yang baru lulus kuliah dan berharap bekerja sebagai penulis namun ‘terdampar’ di sebuah majalah yang hits bukan sebagai jurnalis melainkan sebagai asisten pribadi Miranda Priestly yang diperankan Meryl Streep, editor terkenal, dan disegani semua orang termasuk kalangan selebritas dan orang-orang yang mempunyai kedudukan tinggi.

Bos ini memang terkenal, namun sikapnya terhadap anak buah sangat sangat minim empati, memperlakukan mereka seenaknya, sehingga bawahan bukannya hormat tapi takut. Salah sedikit bisa jadi bencana buat mereka. Mungkin di antara kalian ada yang punya bos seperti ini? Atau malah anda bos seperti ini? Film ini rasanya bisa membuka mata anda.

Semua perintah bos harus dilakukan sebaik mungkin, sesempurna mungkin, tanpa boleh ada salah sedikit pun. Itulah yang dilakukan Andrea, bahkan hingga dia tidak menjadi dirinya sendiri. Mulai dari cara berpakaian, cara bersikap, dan akhirnya Andrea mulai meninggalkan teman-teman dan bahkan kekasihnya. Andrea yang ceria, fresh, yang mempunyai passion dengan pekerjaan, seolah lenyap, berganti Andrea yang manut, tidak bisa berbuat apa-apa, sekalipun hanya mengutarakan pendapat.

Kerepotan Andrea setiap saat harus mengangkat telepon dari Miranda Sumber : boxwish.com

Kerepotan Andrea setiap saat harus mengangkat telepon dari Miranda
Sumber : boxwish.com

Tapi lama kelamaan Andrea mulai jengah, bangkit dan sedikit ‘melawan’ dengan berani membantah, mengungkapkan maksudnya meski tanggapannya tidak seperti yang diharapkan. Poin disini paling gak sudah ada keberanian untuk mengungkapkan apa yang mau diutarakan. Mungkin seperti kalian, atau bahkan saya sendiri ada, pernah atau bahkan masih dalam posisi seperti ini.

Puncaknya ketika semua keberanian muncul, semua ketakutan hilang. Andrea pun dengan berani menolak sang editor dan tidak takut kehilangan pekerjaan, karena lebih banyak subjektifitas dibanding objektifitas, prinsipnya sudah mulai terusik, dan dia sudah tidak menjadi dirinya sendiri. Yang jadi pertanyaan, apakah kita, anda dan saya berani mengambil resiko ini? Kalau kita benar dan ‘ditindas’ terus, mengapa tidak bangkit? Kesabaran pasti ada batasnya. Saya yakin, banyak yang bisa kita lakukan di tempat lain, seperti yang akhirnya didapat Andrea selepas dia kehilangan pekerjaan yang konon banyak yang mengharap bisa menjadi asisten pribadi Miranda, namun banyak pula yang tidak tahan, dan mundur. Sementara Andrea mundur dengan terhormat setelah dia ‘berani’ mengungkapkan apa yang menjadi pikirannya dan kembali menjadi dirinya sendiri.

Saat Andrea memutuskan untuk berani dan saat Miranda telepon, hp nya langsung dibuang ke kolam Sumber : phonesinmovies.com

Saat Andrea memutuskan untuk berani dan saat Miranda telepon, hp nya langsung dibuang ke kolam
Sumber : phonesinmovies.com

Bisakah kita seperti itu?

Advertisements

2 thoughts on “THE DEVIL WEARS….YOU NAME IT!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s