SEBUAH KEPUTUSAN BESAR, NAMUN TIDAK SULIT

“There are places I remember
All my life though some have changed
Some forever not for better
Some have gone and some remain
All these places have their moments
With lovers and friends I still can recall
Some are dead and some are living
In my life I’ve loved them all”

IN MY LIFE – THE BEATLESIMG_0281

Mengambil keputusan, apalagi keputusan penting memang tidak lah mudah. Banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan. Apalagi saya berbintang Libra, sudah pasti timbang sana timbang sini dan sulit memutuskan. Ditambah suami saya pernah bilang, “Jangan pernah menyesali apapun keputusan yang pernah diambil.” Dari situ lah saya harus mempertimbangkan masak-masak segala sesuatunya agar tidak pernah menyesali keputusan saya dan menjalani apa yang sudah saya pilih.

SEBUAH KEPUTUSAN BESAR… ya saya katakan ini adalah keputusan besar yang saya pilih dan akan saya jalani. Melepaskan, meninggalkan semua perjuangan saya jatuh bangun dengan institusi tempat saya bekerja, membangun bersama-sama dari awal sebuah stasiun televisi, hingga sekarang…13 tahun sudah.

KARTU DINI

resign 1

Awalnya memang berat memilih keputusan itu, saya kadung cinta tempat saya berkarya ini, bahkan pernah bercita-cita ingin sampai pensiun disini. Tapi ternyata waktu berbicara lain. Sudah lama saya memang ingin konsentrasi mengurus anak-anak, apalagi Alicia berkebutuhan khusus. Saya pernah bilang ke diri saya sendiri jika Alicia sudah SD saya akan total mengurus anak-anak. Itu pun masih saya langgar (sekarang Alicia sudah kelas 2 SD), karena saya bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan anak-anak, khususnya Alicia yang pastinya butuh perhatian lebih.

ALICIA

ALICIA

Namun…saya salah besar, ketika konsentrasi saya dikhususkan pada Alicia dan pekerjaan, saya ‘melupakan’ anak saya yang lain, Bianca, yang normal seperti anak-anak pada umumnya. Soal kasih sayang, jangan ditanya lah, saya melimpahkan kasih sayang kepada mereka, khususnya Bianca yang tidurpun harus saya kelonin. Tapi saya meremehkan pelajaran Bianca, yang saya pikir masih TK B ini. Saya alpa bahwa Bianca butuh saya juga untuk pelajaran karena tahun depan dia akan masuk SD. Saya fokus dalam pelajaran Alicia, dan terapinya, sementara Bianca saya pikir cukup diajarin opanya saja. Saya salah!!!

BIANCA

BIANCA

Tamparan paling keras yang saya rasakan, saat saya dipanggil Ibu Guru wali kelas Bianca, yang menyatakan bahwa Bianca masih belum lancar membaca, butuh bimbingan lebih, padahal calistung (baca, tulis dan berhitung) adalah syarat untuk masuk SD. Bagaikan tersambar petir di siang bolong, saya seolah ditegur keras oleh Tuhan, bahwa, “helooo, anakmu 2 lhoo, yang butuh perhatian di pelajaran bukan cuma Alicia, ada Bianca.” Saya benar-benar sedih, saya konsen ke Alicia, padahal dia pandai dan cepat menyerap pelajaran, meski berkebutuhan khusus. Saya lupa kalau setiap anak berbeda, bahwa Bianca belum tentu secepat itu menyerap pelajaran, apalagi dia masih kecil, dan dia bukan Alicia. Ah saya merasa sangat bersalah…. Ditambah lagi, beberapa bulan sebelum akhirnya saya memutuskan untuk resign, Bianca selalu menangis saat saya akan berangkat kerja. “Aku gak mau mama kerja, aku mau mama di rumah. Aku mau mama selalu ada saat aku pulang sekolah, saat aku membuat pr, dan setiap saat ada saat aku mau sama mama” ucapan Bianca ini selalu membuat saya trenyuh. Hampir setiap hari saya berusaha menenangkan dan menjelaskan, namun meski berbulan-bulan berlalu, bukannya makin terbiasa, namun Bianca makin sedih.

Bee dan raportnya

Bee dan raportnya

Saya sadar bahwa ini keputusan yang paling mudah yang pernah saya ambil, namun juga merupakan keputusan besar. Saya memilih ANAK-ANAK DAN SUAMI SAYA, saya memilih bekerja 24 jam tanpa digaji untuk mereka. Saya ingin dan bertekad untuk menjadi IBU DAN ISTRI YANG LEBIH BAIK LAGI.

Sebelum meninggalkan tempat ini, ada suatu program yang sudah saya presentasikan di depan para eksekutif produser, para kepala departemen dan kepala divisi. Sungguh suatu kehormatan dan kebanggaan saat mereka menerima usulan saya ini. Program ini adalah persembahan karya saya khusus untuk Alicia, dan semua anak-anak yang berkebutuhan khusus. Semoga dengan program ini dapat memberi semangat untuk semua orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus, juga untuk masyarakat agar dapat lebih “menerima” anak-anak ini, karena anak-anak ini butuh penerimaan dan sosialisasi dengan anak-anak normal lainnya agar mereka makin berkembang.

Saya bahagia karena ada restu, cinta dan dukungan penuh dari suami saya. Makasih Stephanus Kristo, restu dan dukunganmu sangat berarti bagiku. Tak ada ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan saya saat ini mempunyai suami yang all in, all out buat saya, dan anak-anak.

My Partner in Life

My Partner in Life

Sejujurnya saya sangat menikmati dunia jurnalistik ini yang merupakan bagian dari hidup saya, dan mengalir dalam darah saya. Benar kata seorang teman, darah jurnalis dalam diri saya tak akan hilang dimanapun dan kemanapun saya melangkah. Tapi saya memang memilih untuk mendedikasikan hidup saya dan fokus untuk mencoba dunia baru yang menurut saya pribadi lebih berat dari sebelumnya, menjadi ibu dan istri yang lebih baik dengan waktu yang penuh bagi anak-anak dan suami saya.

Sungguh, mungkin tak pernah terbayangkan saya yang aktif dan lincah ini akan meninggalkan dunia yang saya cintai, tapi who knows suatu waktu saya akan kembali? Sebuah perjalanan baru akan kembali saya mulai dengan tantangan yang berbeda namun cinta saya kepada anak-anak dan suami mengalahkan segalanya.

resign 2

resign 3

Banyak suka duka disini, jatuh bangun dari awal 2001 hingga 2014, 13 tahun sudah, dan saya bersyukur dapat banyak menimba ilmu di tempat ini, terima kasih sebesar-besarnya buat semua yang pernah bekerja dan berbagi ilmu dengan saya. Mba Titin, Mas Gatut dan mas Wendy yang berusaha membujuk saya 😀 supaya tidak resign, saya tau perhatian kalian luar biasa untuk saya, tapi mungkin inilah jalan saya, jalan baru yang akan saya tempuh. Terima kasih banyak.resign 4

resign 5

Terutama buat para sahabat yang memberikan dukungan luar biasa, selalu ada di saat saya membutuhkan kalian, tidak pernah menjudge, tidak terpengaruh omongan buruk soal saya, karena kalian tau pasti siapa saya. Terima kasih sahabat-sahabatku, kalian benar-benar malaikat saya, Anggita Suryo, Nike Carolina, Rikha Indriaswari, Sri Saptarini, dan masih banyak lagi (kecup satu-satu). Mungkin kita tak akan se kantor lagi, tapi persahabatan tak akan terhalang oleh apapun, terbukti dan teruji, dalam situasi dan suasana sulit pun kalian ada, dan tidak meninggalkan saya. Lagu In My Life di atas akan selalu mengingatkan persahabatan kita. Masih teringat jelas bagaimana tangis haru, tawa kemarin saat dimulainya pamitan hingga merayakan kelulusan sekaligus ulang tahun Nike.bff 1bff 2

Terima kasih atas perhatian, dukungan, dan kekeluargaan yang besar selama ini dari  teman-teman yang lain baik yang sekantor maupun tidak. Meski saya sudah tidak di Trans 7 lagi tapi persahabatan kita akan selalu ada dan terus dan terus. Keep in touch ya, kalau mau kumpul atau mau ketemu feel free to contact me.

resign 6

resign 7resign 8resign 9resign 10resign 11resign 12

Kini saya sudah memutuskan untuk memberi yang terbaik bagi anak-anak dan suami saya, mengganti waktu yang ‘hilang’ selama ini. Semoga pilihan saya ini senantiasa diberi berkat dan rahmat Nya.

My Little Family

My Little Family

“IN MY LIFE, I LOVE THEM ALL…”

 

Advertisements

7 thoughts on “SEBUAH KEPUTUSAN BESAR, NAMUN TIDAK SULIT

  1. Dear Mba Dini.. Walau sudah tidak sekantor lg, Ari selalu ngukutin blognya Mba Dini. Baca blog kali ini jadi sedih bercampur bahagia. Bahagia dan selalu dirahmati Tuhan YME untuk Mba Dini dan keluarga. #peluk ketjup

    Like

  2. Astaga Dini, elu kuruuusss amaaat #salahfokus Setiap keputusan adalah hebat adanya. Selamat menikmati hidup baruuuuu.. muaaah!

    Like

  3. Keren dan salut banget Din.. Sampai sekarang gue ngga pernah atau mungkin belum berani ngambil keputusan seperti elo.. Good luck darling, kapan2 ketemuan yuk, toh rumah kita deketan.. Selamat menikmari tugas baru ya Din.. GBU and your family

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s