KECIL-KECIL CABE RAWIT

Beberapa hari lalu, saya dan anak-anak saya pergi bertemu teman baik saya, Nike Carolina, yang juga kesayangan anak-anak, di sebuah mal di Jakarta Selatan. Seperti biasa kalau sudah lama gak bertemu tantenya ini, anak-anak sangat senang. Kami berencana menonton film Zootopia bareng. Senangnya kalau nonton di hari biasa itu sepi, gak pake antri dan serasa 21 milik sendiri hahaha.

.Serasa 21 milik kami saja

Serasa 21 milik kami saja

Sebelum nonton, kami pun makan siang bersama, daan seperti biasa anak saya yang sulung, Alicia makannya banyak beud, setelah makan teriyaki plus nasi, eh dia minta lagi mie kocok bandung. Geleng-geleng kepala liat anak satu ini…tapi senang melihat Alicia makannya 2 kali lipat papanya bahkan hahaha.

Kenyaaang.

Kenyaaang

Penjaga stand makanan di 21 ini rupanya mengenali saya, beliau bertanya kok tumben gak sama papanya, yang langsung saya jawab kalau papanya kerja. Mbak-mbak dan mas-mas disini sampai hapal kebiasaan makanan yang saya dan suami kerap pesan, bahkan kalau sudah lama tidak kesitu, mereka akan bertanya : “kok sudah lama gak keliatan”.

Oke, makanan cemilan sudah banyak di tangan. Pasti pada kaget ya anak-anak masih mau makan sementara tadi baru saja makan berat. Yaah beginilah kami, kecil-kecil cabe rawit, biar kecil muatnya banyak hahaha.

Film ini bukan sekedar film yang lucu dan menghibur. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari film animasi ini. Tokoh utama kelinci perempuan, bagaimana dia harus bekerja di tempat dimana semua berukuran besar dan bagaimana dia musti membuktikan bahwa meski ‘kecil’ tapi dia lebih baik dari yang lain. Seperti pepatah, Kecil-kecil cabe rawit.”

Orang kerap meremehkan orang kecil, mau bentuk fisik atau bahkan memandang kecil orang lain. Tapi jangan salah yang kecil bukan berarti lemah dan justru mereka bisa lebih baik dari yang lain apalagi yang meremehkan. Perjuangan untuk pembuktian tidak mudah tapi justru itu lah yang membuat kita belajar, bagaimana meraih impian, bagaimana memanfaatkan kelemahan lawan (dalam arti yang positif) serta masih banyak lagi. Jadi inget komik Chin Mi, yang kerap memanfaatkan tenaga lawan dalam menghadapi musuh yang berkali-kali lipat besarnya dibanding dia, untuk akhirnya membalikkan keadaan dan membuat kemenangan.

.

Bersama tante Nike kesayangan.

Sambil nonton, saya pun memberi pengertian kepada anak-anak saya bahwa apapun bisa diraih asalkan berusaha, tak peduli seberapa kecil kamu, tak peduli seberapa besar rintangan yang menghadang, selama ada niat dan usaha, semua dapat dilakukan. Jadi bagi saya memilah film untuk anak itu perlu, apa yang mereka sukai dan bisa dijadikan pelajaran, akan lebih membuat mereka memahami dari sebuah film. Tak sekedar menonton atau hiburan semata, namun dapat memetik pelajaran berharga dari sebuah film yang ditonton.

Dua kesayangan.

Dua kesayangan.

Satu hal lagi, lirik soundtracknya pun sungguh membangkitkan semangat, membuat kita akan terus berusaha dan pantang menyerah :

“I won’t give up, no I won’t give in
Till I reach the end
And then I’ll start again
Though I’m on the lead
I wanna try everything
I wanna try even though I could fail
I won’t give up, no I won’t give in
Till I reach the end
And then I’ll start again
No I won’t leave
I wanna try everything
I wanna try even though I could fail”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s