ONE LITTLE MATTER STEP

Kemarin sore, 21 Juli 2016, saya bersama anak-anak tengah bermain di halaman, tak berapa lama kemudian hujan turun dan makin lama makin deras. Kami pun berteduh di pondok halaman depan (begitu kami menyebutnya) karena derasnya hujan. Tiba-tiba Alicia, berlari menembus hujan untuk masuk ke dalam rumah yang berjarak kira-kira 12 meter dari tempat kami berteduh. Saya pikir oh Alicia mau cepet masuk rumah karena hujan. Tak disangka-sangka Alicia balik ke depan dengan membawa payung dan tersenyum kepada kami, saya dan adiknya. Terkejut sekaligus trenyuh bahagia karena anak satu ini benar-benar mempunyai pikiran untuk membawakan payung untuk mama dan adiknya yang masih berteduh.

IMG_4892

Enter a caption

Mungkin bagi orang lain hal ini biasa, tapi tidak bagi saya! Karena Alicia adalah anak berkebutuhan khusus (abk). Hal ini adalah sesuatu bagi saya, sesuatu yang hebat, yang dilakukan anak saya yang abk. Menulis ini pun saya menangis lagi, terharu sangat! Semakin besar, kepeduliannya terhadap orang lain pun terlihat. Meski cuek dan kadang asik dengan dunia dan bahasa ‘ajaibnya’ namun anak ini peduli dan care.

IMG_4576

Bagi saya ada perkembangan seperti apapun meski bagi orang lain kecil, tapi menurut saya itu kemajuan, sesuatu yang hebat dan sangat membuat saya bangga karena berarti satu langkah maju. Kerap kali orang dengan abk berpikir bahwa iya baru bisa ini, baru bisa itu, kok lama ya, pinginnya langsung, atau instan. No, jangan berpikir seperti itu. Please, anak-anak berkebutuhan khusus tidak semudah itu, meski di sisi lain mereka mempunyai kemampuan luar biasa yang tidak dimiliki anak-anak biasa. Semua butuh proses, yang bisa lama atau lama banget, karena itulah kita sebagai orang tua dituntut untuk bisa lebih legawa atau legowo, ikhlas, dan berjiwa besar, bahwa sekecil apapun, itu adalah suatu langkah maju bagi si anak itu sendiri.

IMG_4546

Yakinlah bahwa kita dipercaya Tuhan untuk bisa menjaga, memelihara, dan mengembangkan anak-anak spesial ini. Bukan hanya anak-anak spesial yang musti belajar, kita pun belajar dari mereka, belajar menghargai ketidak sempurnaan versi manusia, menghargai pencapaian baik itu besar ataupun kecil bahkan hal-hal sederhana sekalipun, belajar untuk mempunyai kesabaran yang tak ada batasnya, dan yang terpenting adalah belajar mencintai tanpa syarat. Tuhan memberkati kita semua. Amin!

Advertisements

2 thoughts on “ONE LITTLE MATTER STEP

  1. Setuju, din. Bahkan kita yang punya anak normalpun sering lupa menghargai kemajuan anak-anak kita. Harusnya sikap kita selalu fokus pada hal-hal positif yang dibuat anak-anak. Seringkali sikap kita justru penuh kritik dan fokus pada hal-hal negatif, padahal dulu kitapun melakukan kesalahan yang sama.
    Jadi orangtua itu harus terus menerus introspeksi diri dan memperbaiki diri.
    Thanks untuk remindernya ya, dini.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s