BE A FIGHTER…

wikipedia

wikipedia

“But it ain’t about how hard you hit. It’s about how hard you can get hit and keep moving forward; how much you can take and keep moving forward. That’s how winning is done!” –Rocky Balboa–

Saya suka sekali menonton film Rocky, mulai dari pertama hingga akhir. Bahkan, bisa berkali-kali saya menonton tayangan ulangnya apalagi akhir-akhir ini kerap ditayangkan kembali. Film ini sangat menyentuh, dan banyak inspirasi yang saya dapatkan dari film Rocky, bagaimana kita terus berjuang, jatuh bangun, untuk akhirnya menjadi pemenang.

Pemenang sejati bukanlah yang tanpa halangan, pemenang sejati justru menjadikan berbagai rintangan dan hambatan sebagai pemicu semangat untuk terus berjuang. Jatuh, bangun, jatuh, bangun, namun akhirnya berhasil.

When you fall, get up!”

Saya mempunyai 2 anak perempuan, saya tidak ingin anak-anak saya menjadi anak yang ‘cengeng’ dalam menghadapi kehidupan yang keras ini. Saya ingin mereka menjadi pejuang! Pejuang dalam segala hal. Perjuangan kedua anak saya saat ini masih dalam soal belajar. Mungkin sepele, tapi bagi saya, mulai dari hal yang sepele inilah, mereka belajar menghadapi hal-hal lain yang lebih besar. Mungkin kalau dalam film Rocky, saya adalah Mickey, sang pelatih, sementara anak-anak adalah Rocky.

Anak pertama saya, Alicia berkebutuhan khusus, asperger, sulit bersosialisasi. Tapi jangan salah, meski berkebutuhan khusus, dia mendapat pelajaran dan soal-soal ulangan yang sama dengan anak ‘normal’ lainnya, alias reguler. Perjuangan Alicia selain mencoba untuk bersosialisasi, juga dalam hal menerima pelajaran. Dulu, saya sempat kuatir bagaimana dia, apakah dia bisa menerima materi, dll. Tapi kekuatiran saya perlahan sirna, Alicia membuktikannya bahwa dia bisa.

Alicia

Alicia

Selama ini dia selalu berada di posisi teratas, dari kelas 1 hingga kelas 4. Nilainya pun tidak pernah dibawah 8, namun suatu hari, nilai ulangan bahasa inggris materi soal waktu, dia mendapat nilai 5, nilai pertamanya yang jelek, dan harus remedial. Saya tau, kalau Alicia pasti sedih tapi dia tidak bisa mengungkapkannya. Saya ibunya, saya seolah bisa membaca pikirannya.

Yang saya lakukan pertama kali melihat ulangan dengan angka 5 itu adalah tertawa, ya saya tertawa, karena anak saya akhirnya mendapat nilai jelek juga. Bagi saya, anak saya pun harus mengalami mendapat nilai yang tidak dia harapkan, karena ini akan menjadi pelajaran buat dia, untuk tidak cepat berpuas diri dan memacu semangat belajarnya lagi.

Saya memang tidak akan marah melihat hasil ulangan anak-anak, berapapun nilainya, karena saya melihat proses, kalau anak-anak sudah belajar dengan keras dan hasilnya jelek, tidak masalah karena mungkin memang belum saatnya mendapat hasil bagus. Lain halnya kalau mereka tidak berusaha sama sekali.

Efek tertawa dalam menanggapi nilai tadi membuat Alicia jadi lebih rileks dan tidak ada tekanan. Toh belajar akan lebih efektif bila dilakukan dengan kesadaran dan tanpa tekanan bukan? Dan lagi Alicia akan belajar lebih giat supaya hasilnya tidak jelek lagi. Saya juga bilang bahwa kegagalan itu bisa menjadi semangat untuk menjadikan lebih baik lagi. Bukankah kegagalan adalah kemenangan yang tertunda?

Suatu hari pernah saya lupa besok ada ulangan ips dan baru tau malam hari sekitar jam 20, saya pun kontak gurunya Alicia dan beliau berbaik hati menawarkan Alicia ulangan di hari berikutnya, supaya siap. Saya bertanya kepada Alicia apakah mau ulangan besok atau hari berikutnya, dan apa jawaban Alicia? Dia mau besok ulangannya. Okelah, akhirnya Alicia berjuang belajar, dan tanya jawab dengan saya, hanya 1 jam selesai juga. Dan kalian tau berapa nilainya? Puji Tuhan, nilainya 100. Waah saya salut dengan perjuangan anak satu itu.

Lain lagi dengan Bianca. Anak satu ini suka sekali ngeles, bentar lagi ya ma, aku makan dulu ya ma, dan masih banyak lagi. Belum lagi ngambekan, waduh ini agak sulit dibanding kakaknya. Apalagi sekarang lagi keranjingan main game, walaaah pucing pala berbi kalau gini.

Bianca

Bianca

Kalau tidak hapal-hapal, Bianca juga kerap menangis. Saya pun bilang ke Bianca, “kalau kamu tidak konsentrasi, apapun yang kamu pelajari tidak akan ada yang masuk ke otak.” Akhirnya setelah bujuk rayu dan berbagai penyemangat lainnya, Bianca pun mencoba kembali belajar, dan taraaaa…bisa kan. Pernah Bianca bilang kalau dia tidak suka matematika. Saya hanya menjawab bahwa kalau mama paling suka matematika, karena gak perlu menghapal, cuma berlatih soal. Lama-lama Bianca sadar dan dia pun mengakui kalau dia suka matematika, gak repot katanya. Aah syukurlah.

Paling pusing adalah saat menghadapi ulangan umum, yang bahannya luar biasa asik (baca : buanyak). Menjaga mood anak-anak, membimbing, dan meyakinkan mereka kalau mereka bisa, sudah jadi makanan sehari-hari saya. Bahkan saya siapkan soal-soal khususnya matematika, yang saya tulis tangan dengan soal-soal yang saya buat sendiri (kayaknya cocok jadi guru hahaha), pernah tanpa sadar bisa sampai 100-200 soal saya buat. Meski anak-anak mengerjakannya bebas, tidak harus hari itu selesai, yang penting mereka berlatih.

Dulu, setiap anak-anak menemui kesulitan langsung bertanya tanpa mencoba menyelesaikan sendiri, namun, saya tidak langsung memberi jawaban, melainkan mengajarkan mereka untuk mencoba mencari jawaban itu bersama-sama. Saya ingin mereka berusaha menyelesaikan sendiri dulu, baru kalau sudah mentok, bisa ke mamanya. Agar mereka mandiri, karena dalam kehidupan, belum tentu ada yang bisa membantu setiap saat.

Beberapa orang bertanya apakah saya ketat sekali dalam hal belajar? Waah mereka salah, saya orang paling woles (baca : selow) sedunia hahaha. Saya memberi kebebasan anak-anak saya dalam belajar, yang penting waktu belajar disepakati bersama. Sebelum waktunya belajar, anak-anak boleh bermain sepuas mereka, tapi saat belajar, mereka harus konsentrasi, lagipula hanya 1-2 jam saja belajar, dan lagi…psssttt cuma kalau besok ada ulangan, hahaha. Kasian amat kalau tiap hari harus belajar, hidup kan ga melulu soal pelajaran sekolah, itu kalau saya lho.

Bahkan beberapa kali misalnya senin ada ulangan, sementara hari minggu adalah waktu jalan-jalan, ya tetap saya lakukan jalan-jalannya, yang penting sebelum jalan-jalan mereka sudah belajar. Bersenang-senang itu sangat pentiiing. Waktu bermain anak-anak lebih banyak daripada waktu belajar. Karena dalam bermain, mereka juga mendapat pelajaran kok. Kan pelajaran gak melulu dari buku.

Melihat anak-anak saya belajar, mempersiapkan diri menghadapi ulangan, membuat saya trenyuh, mereka sedang berjuang, berjuang menghadapi ulangan. Kadang saya merasa kasian melihat bahan yang begitu banyak, yang harus masuk ke dalam otak mereka, namun mereka memang harus menghadapinya, karena itulah ujian dari perjuangan mereka.

Dan, semester ini anak-anak saya mendapat hasil yang membanggakan, yang memang pantas mereka terima melihat perjuangan mereka kemarin. Peringkat pertama, baik Alicia maupun Bianca. Aduh emaknya mewek terharu. Hasil usaha mereka, hasil perjuangan mereka membuahkan hasil. Ini bukan buat mamanya atau siapapun, tapi buat mereka sendiri, merekalah yang berhak mendapatkan ini. Seperti Rocky setelah babak belur namun bisa bangkit dan menjadi juara.

Saya pribadi tidak pernah menuntut anak-anak untuk menjadi yang terbaik, karena mereka memang sudah yang terbaik di mata saya. Saya tidak pernah menargetkan mereka untuk menjadi nomor 1, karena berapapun nilai yang mereka dapat, selama di atas nilai kkm, tidak masalah, mau 7, 8, 9, atau 10 sekalipun terserah yang penting sudah berusaha, dan tidak mudah menyerah. Saya bukan tipe orang tua yang ngotot anak harus bisa ini itu, tidak! Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya sangat woles.

proud mom

proud mom

Saya juga menekankan ke anak-anak saya, kalau mau hasil yang baik, berusaha. Kalau tidak berusaha, maka kalau mendapat hasil yang kurang baik, ya jangan marah atau kecewa, tapi bangkit dan belajar dari kesalahan, untuk menjadi lebih baik lagi!

Be a fighter! And always keep on fighting!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s