MENJAGA MOOD 

Sejak kecil, saya sudah terbiasa dan suka sekali menyaksikan pertandingan bulutangkis, Liem Swie King aja masih sempat dan terus menerus hingga sekarang. 

Ada hal yang saya perhatikan soal ketenangan dan menjaga mood saat bertanding. Begini, Susi Susanti sudah jelas lah ratu bulutangkis tunggal putri terbaik yang pernah dipunyai Indonesia, kalau melihat permainan Susi, rasanya salut, serve nya seolah menari, pukulan2 tajam dan akurat, dan terlebih yang paling saya kagumi adalah ketenangannya dalam menghadapi lawan, seberat apapun lawannya. 

Bwf Virtual Museum


Ketenangan ini lah kunci kemenangan, disusul kesabaran, keuletan sehingga bisa meraih kemenangan. Di saat-saat kritis, ketinggalan angka, ketenangan sangat dibutuhkan, kalau sudah ‘panik’ jadinya grasa grusu ga sabaran, dan akhirnya sering melakukan kesalahan yang membuat lawan bertambah poinnya. 

Salut melihat bagaimana Susi dapat mengatur napasnya dengan baik, terlihat mulutnya tidak megap-megap bahkan cenderung mingkem, padahal pasti capeknya luar biasa. 

Keuletan Susi pun gak usah diragukan lagi! Bola mati aja bisa dia kejar untuk akhirnya membalikkan posisi dan kedudukan. Hebat! Dimana pun bola melayang sudah pasti dikejar tanpa ampun. Itulah Susi, dan beberapa pemain lain seperti Ardi B Wiranata dan lain lain. 

Bwf Virtual Museum

Selain ketenangan, mereka pun pintar menjaga mood, meski sering tidak puas dengan keputusan wasit, namun mereka bisa membuat dan menjaga mood mereka dengan baik sehingga tidak membuat mereka menurun dalam permainan.

Pentingnya menjaga mood, karena mood yang buruk akan sangat mempengaruhi dan menurunkan permainan saat bertanding. Saya bukan pakar atau pengamat, tapi saya melihat dan memperhatikan yang kerap terjadi adalah kurangnya kesabaran untuk menjaga mood saat bertanding. 

Mood jelek kerap timbul saat keputusan wasit kontroversial dengan kita, protes gak papa tapi siap2 saja tidak diwaro karena biasanya keputusan wasit mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Sayangnya begitu protes dan dicuekin wasit, pemain2 kerap jadi bete dan sudah pasti moodnya jelek, sehingga mempengaruhi permainan mereka. Ketenangan pun sudah pasti tidak ada karena emosi yang menguasai. 

Mengapa tidak menjadikan emosi itu menjadi hal yang baik? Begitu wasit ‘menyebalkan’ dan menguntungkan pihak lawan, jadikan emosi itu untuk menunjukkan ke wasit dan lawan bahwa lo semua salah, ini lho gw, dengan memaksimalkan permainan terbaik untuk akhirnya menaklukkan lawan, kan jadinya wasit dan lawan malu sendiri, kitapun berbangga karena sudah mengalahkan lawan dan membuktikan bahwa kita tidak mudah dipengaruhi keputusan wasit yang ajaib tadi. 

Sayangnya kebanyakan malah jadi down, ga tenang trus grasa grusu melakukan kesalahan sendiri, jadinya malah kalah. 

Ayolah bangkit, ibaratnya kita menaklukkan dulu diri sendiri, menaklukkan emosi dan mood yang jelek, dan akhirnya digunakan untuk menaklukkan lawan. 

Bintang.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s