Ketika Kekesalan dan Kemarahan Menjadi Hal Positif

Ketika menjuarai China Open Superseries

Ada yang menarik perhatian saya dari pertandingan semifinal Hongkong Open 2017 di cabang ganda putra antara Indonesia dan Tiongkok. Indonesia diwakili “Minions” alias Marcus dan Kevin.

Set pertama mereka unggul 21-13, permainan khas mereka yang cepat, tepat dan ‘gila’ selalu saya nantikan di setiap pertandingan. Namun, di set kedua mereka tertinggal 16-21 selain kesalahan yang mereka buat sendiri juga karena lawan sudah ‘membaca’ dan mengantisipasi permainan Minions.

Saya bukan pengamat badminton, namun sejak kecil saya sangat menyukai olahraga ini wong Bapak Ibu saya pernah juara ganda campuran di lingkungan rumah saat perayaan 17 Agustus 🤣.

Hal menarik yang saya maksudkan di atas adalah begitu masuk ke set ketiga alias penentuan, Minions sempat tertinggal sekitar 5 angka kalau tidak salah, namun mereka akhirnya mengejar. Nah dalam proses kejar mengejar angka inilah terlihat bahwa Kevin agak kesal dengan salah satu pemain Tiongkok yang protas protes terus ke wasit (komentator pun merasa demikian, jadi pikiran saya sama).

Kevin Sanjaya. Bwf fansite

Nah, luar biasanya Kevin ini adalah, dia mampu mengubah emosi kekesalannya dengan mencurahkan segenap kemampuannya untuk mematikan langkah lawan. Bahkan, dia “mengejek” lawan dengan caranya, cara khas Kevin. Entah itu berpura-pura serius hendak memukul bola, padahal dia membiarkan bola yang sudah diantisipasi keluar dari garis, dan hal-hal semacam itulah yang kalau jadi lawannya pasti gemes. Satu hal lagi, wajah Kevin tidak ada sama sekali terlihat mengejek, dan lempeng alias datar. Mungkin itulah yang membuat panas para lawan sehingga akhirnya mereka mati langkah, selain karena pukulan-pukulan akurat dan dahsyat yang dilontarkan Marcus dan Kevin.

Hal inilah yang patut dicontoh dari seorang Kevin Sanjaya Sukamuljo, merubah emosi negatif menjadi hal positif sehingga membuahkan kemenangan dan hasil yang baik. Terkadang yang kerap dilakukan saat emosi justru membuat jatuh, tidak semangat dan malah terpuruk. Padahal kalau bisa menyalurkan energi itu menjadi hal yang positif, hasilnya akan dahsyat.

Beberapa waktu lalu saya juga pernah menulis soal seringnya pemain down, emosi dan malah kalah. Itulah, kenapa saya musti belajar dari seorang Kevin, untuk menyalurkan emosi menjadi hal yang positif, dan menjadikannya sebagai pemicu semangat untuk pantang menyerah menghadapi berbagai tantangan di depan.

Terimakasih Minions!!! Semoga besok di final kalian juga meraih kemenangan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s